Polisi Tembak Polisi

Dugaan Pelecehan Istri Ferdy Sambo, Komnas Perempuan Minta Dalami Peristiwa di Magelang

Dugaan pelecehan seksual yang dialami istri Sambo, Putri Candrawathi, perlu diperdalam meski penyidikan dihentikan polisi.

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Erik S
zoom-in Dugaan Pelecehan Istri Ferdy Sambo, Komnas Perempuan Minta Dalami Peristiwa di Magelang
istimewa/kolase instagram/TIKTOK
Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengatakan dugaan pelecehan seksual yang dialami istri Sambo, Putri Candrawathi, perlu diperdalam meski penyidikan dihentikan polisi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Komnas Perempuan mengaku tetap mengikuti perkembangan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengatakan dugaan pelecehan seksual yang dialami istri Sambo, Putri Candrawathi, perlu diperdalam meski penyidikan dihentikan polisi.

"Kami memperhatikan argumentasi dan rujukan peraturan terkait penghentian kasus ini. Namun demikian, kami berpendapat bahwa peristiwa KS (kekerasan seksual) Ibu P masih perlu diperdalam," kata Siti kepada Tribunnews.com, Selasa (16/8/2022) kemarin.

Siti menyebut kasus dugaan pelecehan itu perlu diperdalam termasuk peristiwa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

"Termasuk peristiwa di Magelang dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan P," ujar Siti.

Ia juga menuturkan perlunya penanganan pemulihan psikologis terhadap Putri yang dilakukan oleh tim komprehensif, dari psikolog klinis.

"Komnas Perempuan juga mendorong penanganan pemulihan Ibu P dilakukan oleh tim yang komprehensif, yang terdiri dari psikiater, psikolog klinis dan tenaga kesehatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Siti menyayangkan keputusan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK akhirnya menolak memberi perlindungan kepada Putri.

Menurut Siti, LPSK menolak perlindungan kepada Putri karena dinilai tidak kooperatif dan tidak sungguh membutuhkan perlindungan karena dianggap tidak ada ancaman.

Selain itu, kata dia, LPSK juga menyebut untuk kebutuhan pemulihan psikologis, Putri dianggap berkemampuan untuk mengupayakannya sendiri.

"Jadi pada titik ini kami menyayangkan  LPSK yang terkesan menyalahkan korban dengan kata 'tidak kooperatif'. Padahal telah mengetahui kondisi mentalnya," ucapnya.

Siti menjelaskan sebenarnya layanan LPSK bisa diarahkan pada rehabilitasi psikologis dengan merujuk Putri untuk ditangani RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) terlebih dahulu, maka pemulihan dan akses untuk meminta keterangan akan lebih bisa diupayakan.

Kendati demikian, ia menyebut Komnas Perempuan tetap menghormati keputusan LPSK tersebut.

"Kami menghormati keputusan LPSK di mana keputusan tersebut didasarkan pada hasil assessment yang menyatakan bahwa Ibu P memiliki gejala kesehatan jiwa yang berdampak pada terhambatnya pemberian keterangan dari Ibu P kepada LPSK," ucapnya.

Wiki Populer

© 2022 Viral Sekilas Update,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas